Pada awal tahun 1200 M kerajaan Lesung mengalami kekeringan yang berkepanjangan wabah penyakit menyerang kerajaan ini dan membunuh Beratus ratus masyarakat.
Raja sangat kebingungan bagaimana cara mengatasi permasalahan ini segala cara sudah dilakukan mulai dari penggalian sumur dan pemanggilan tabib dari luar kerajaan dilakukan namun kekeringan dan wabah penyakit tak bisa di atasi, akhirnya Raja Lesung Pangeran Arya Johor memerintahkan kepada Patih untuk mencari tempat mendirikan kerajaan yang baru yang dipimpin oleh Raden nune Hakaki dan Raden nune Meles, maka berangkat Raden nune Meles dan Raden Hakaki dengan diiringi 40 orang prajurit.
Setelah menempuh perjalanan 2000 meter ke arah barat Raden Hakkai dan Raden Meles sebagai pemimpin rombongan menemukan daratan yang agak tinggi.
Di daratkan tersebut ada 2 buah pohon, Pohon are dan pohon Bile Maka dari nama pohon itu tempat tersebut diberikan nama Rebile,sampai sekarang Rebile menjadi Nama tempat tersebut berada disebelah Bandara Internasional Lombok.
Raden Hakaki dan Raden Meles Mencoba bermalam di sana merasakan suasana apakah tempat ini bagus Untuk didirikan sebuah kerajaan. Raden Hakaki dan Raden Meles kemudian menancapkan sebuah kayu, jika kayu ini disinggahi oleh seekor binantang apapun itu akan kita gunakan sebagai Bentuk penanda apakah tempat ini bagus dijadikan pemukiman kata Raden Hakaki kepada semuanya. Selang beberapa waktu ternyata kayu tersebut disinggahi oleh capung yang besar Raden Hakaki dan Raden Meles termenung melihat hal tersebut terjadi, kemudian mereka serentak berkata ini suatu pertanda sehingga mereka menyimpulkan apabila mendirikan kerajaan disini maka kerajaan itu akan menjadi kerajaan yang besar tapi tidak memiliki kekuatan bisa dibilang bahwa apabila mendirikan kerajaan disini kerajaan tersebut akan besar namun tidak ada kekuatan.
Raden Hakaki dan Raden Meles melanjutkan perjalanan mencari tempat yang baru menuju sebelah barat 4000 meter ke barat ditengah pulau Lombok. Ditemuilah sebuah sungai yang besar dan daratan yang cukup tinggi semuanya beristirahat disana sembari minum di air sungai tersebut dan membersihkan Badan, Raden Meles dan Raden Hakiki melakukan Hal yang sama untuk mencari tau apakah tempat ini bagus tempat mendirikan sebuah kerajaan.
kemudian di tancapkannya kayu ditempat itu, beberapa waktu kemudian datanglah seekor serangga penyengat. Setelah disinggahi serangga, Raden Hakaki dan Raden Meles tersenyum dan beranggapan bahwa tempat ini jika dijadikan sebuah kerajaan akan menjadi sebuah kerajaan yang tangguh kuat dan pemberani akhirnya semua sepakat untuk menyinggahi tempat itu dan menempatinya.
pulanglah Raden Hakaki dan Radem Meles untuk melaporkan bahwa telah menemukan tempat yang cocok untuk membuat kerajaan baru dengan dataran yang tinggi dan didekat sungai yang besar.
Selang beberapa bulan raja dan semua masyarakat kerajaan berangkat pindah ketempat yang sudah ditemukan, Setalah berdirinya kerajaan itu sang Raja menyerahkan tambuh kekuasan kepada Raden Hakaki dan kerajaan itu kemudian diberi nama Panuhan.
Setelah raja yang ke 9 sekitar tahun 1400 kerajaan Panuhal Berubah namanya menjadi kerajaan panutan artinya agar semua keturunannya diharapkan bisa menajdi panutan semua orang kemudian pada tahun 1900 kerajaan panutan berubah nama menjadi padukuhan panutan dan Kemudian tahun 1945 setelah negara kita merdeka dan tidak lagi menggunakan sistem kerajaan maka berubah lah namanya menjadi penujak. Sampai sekarang Penujak berdiri berada di kecamatan Praya Barat Daya.
Sumber:
http://kerajaanlombok.blogspot.com/2017/12/gambar-bagian-depan-buku-sejarah.html?m=1
Raja sangat kebingungan bagaimana cara mengatasi permasalahan ini segala cara sudah dilakukan mulai dari penggalian sumur dan pemanggilan tabib dari luar kerajaan dilakukan namun kekeringan dan wabah penyakit tak bisa di atasi, akhirnya Raja Lesung Pangeran Arya Johor memerintahkan kepada Patih untuk mencari tempat mendirikan kerajaan yang baru yang dipimpin oleh Raden nune Hakaki dan Raden nune Meles, maka berangkat Raden nune Meles dan Raden Hakaki dengan diiringi 40 orang prajurit.
Setelah menempuh perjalanan 2000 meter ke arah barat Raden Hakkai dan Raden Meles sebagai pemimpin rombongan menemukan daratan yang agak tinggi.
Di daratkan tersebut ada 2 buah pohon, Pohon are dan pohon Bile Maka dari nama pohon itu tempat tersebut diberikan nama Rebile,sampai sekarang Rebile menjadi Nama tempat tersebut berada disebelah Bandara Internasional Lombok.
Raden Hakaki dan Raden Meles Mencoba bermalam di sana merasakan suasana apakah tempat ini bagus Untuk didirikan sebuah kerajaan. Raden Hakaki dan Raden Meles kemudian menancapkan sebuah kayu, jika kayu ini disinggahi oleh seekor binantang apapun itu akan kita gunakan sebagai Bentuk penanda apakah tempat ini bagus dijadikan pemukiman kata Raden Hakaki kepada semuanya. Selang beberapa waktu ternyata kayu tersebut disinggahi oleh capung yang besar Raden Hakaki dan Raden Meles termenung melihat hal tersebut terjadi, kemudian mereka serentak berkata ini suatu pertanda sehingga mereka menyimpulkan apabila mendirikan kerajaan disini maka kerajaan itu akan menjadi kerajaan yang besar tapi tidak memiliki kekuatan bisa dibilang bahwa apabila mendirikan kerajaan disini kerajaan tersebut akan besar namun tidak ada kekuatan.
Raden Hakaki dan Raden Meles melanjutkan perjalanan mencari tempat yang baru menuju sebelah barat 4000 meter ke barat ditengah pulau Lombok. Ditemuilah sebuah sungai yang besar dan daratan yang cukup tinggi semuanya beristirahat disana sembari minum di air sungai tersebut dan membersihkan Badan, Raden Meles dan Raden Hakiki melakukan Hal yang sama untuk mencari tau apakah tempat ini bagus tempat mendirikan sebuah kerajaan.
kemudian di tancapkannya kayu ditempat itu, beberapa waktu kemudian datanglah seekor serangga penyengat. Setelah disinggahi serangga, Raden Hakaki dan Raden Meles tersenyum dan beranggapan bahwa tempat ini jika dijadikan sebuah kerajaan akan menjadi sebuah kerajaan yang tangguh kuat dan pemberani akhirnya semua sepakat untuk menyinggahi tempat itu dan menempatinya.
pulanglah Raden Hakaki dan Radem Meles untuk melaporkan bahwa telah menemukan tempat yang cocok untuk membuat kerajaan baru dengan dataran yang tinggi dan didekat sungai yang besar.
Selang beberapa bulan raja dan semua masyarakat kerajaan berangkat pindah ketempat yang sudah ditemukan, Setalah berdirinya kerajaan itu sang Raja menyerahkan tambuh kekuasan kepada Raden Hakaki dan kerajaan itu kemudian diberi nama Panuhan.
Setelah raja yang ke 9 sekitar tahun 1400 kerajaan Panuhal Berubah namanya menjadi kerajaan panutan artinya agar semua keturunannya diharapkan bisa menajdi panutan semua orang kemudian pada tahun 1900 kerajaan panutan berubah nama menjadi padukuhan panutan dan Kemudian tahun 1945 setelah negara kita merdeka dan tidak lagi menggunakan sistem kerajaan maka berubah lah namanya menjadi penujak. Sampai sekarang Penujak berdiri berada di kecamatan Praya Barat Daya.
Sumber:
http://kerajaanlombok.blogspot.com/2017/12/gambar-bagian-depan-buku-sejarah.html?m=1
Komentar
Posting Komentar